Saat mata terlelap pulas di siang hari sehabis kerja shift malam, tiba-tiba ada sms masuk dari Istri tercinta. Kali ini lain dari biasanya smsnya lumayan panjang, ternyata isi smsnya mengingatkan peristiwa setahun yang lewat. Yah...ternyata hari ini genap 1 tahun sudah usia pernikahan kami.
Seiring berjalannya waktu tak terasa kita telah melewati hidup berumah tangga selama 1 tahun, banyak cobaan yang tela kita hadapi namun semuanya ada hikmahnya dalam hidup kita. Semoga kebahagiaan kita tetap terjaga dengan hadirnya si buah hati kita NAJLA UZMA AFIFAH. Ibu ingin membuka lembaran baru tidak ada yang harus dirahasiakan,kita butuh saling keterbukaan sehingga terjalin keluarga yang sakinah...semoga kedamaian akan tersebar bagi keluarga kita dan menjadikan keluarga kita sebagai ahli surga. Amin..
Ada rasa haru dan bahagia ketika membaca setiap rangkaian kata didalamnya, sebuah renungan dan bahan introspeksi diri dari apa yang telah terlewati. Semoga harapan serta do'a Ibu dan Ayah dikabulkan oleh-Nya. Amin Ya Rabbal Alamin
Rabu, 18 Juni 2008
1 Tahun Sudah
Label: My Journey
Diposting oleh Najla Uzma Afifah di 03.20 |
Minggu, 15 Juni 2008
Barang Milikku yang Paling Berharga Adalah Kamu
Buat nambahin postingan, setelah bongkar-bongkar file hasil download tempo dulu akhirnya ketemu juga sebuah artikel yang bisa dijadikan sebagai motivasi diri. Cuma sayang lupa original creatornya siapa.
Aku sangat menyukai ucapan mama : "Barang milikku yg paling berharga adalah kamu!" Ucapan yang sangat menyejukkan hati. dan sampai sekarang aku masih mengingatnya terus! Papa dan mama menikah karena dijodohkan orang tua, demikianlah yg dialami para muda-mudi dizaman itu, tapi hal ini sudah umum, tapi dizaman sekarang peristiwa itu sudah jarang terjadi, kebanyakan adalah hasil pilihan sendiri. Tapi mama sangat mencintai papa, demikian juga dg papa dan tampak selalu mesra, akur bagaikan pasangan cinta sejoli. Sangat sulit dibayangkan bahwa pernikahan mereka pernah diterjang badai! Badai itu nyaris memisahkan mereka. hanya karena emosi sesaat saja! Papa dan mama bekerja diinstansi yg sama, oleh karena itu setiap hari berangkat dan pulang bersama. Suatu hari mereka kerja lembur, mengadakan stock opname digudang, hingga pukul 2.00 dinihari dan baru pulang kerumah. Papa sangat letih dan lapar, sampai dirumah tidak ada makanan maupun minuman yg siap disaji. Papa yg lapar minta mama untuk menyiapkan makanan dan minuman. Beberapa hari belakangan ini emosi mama memang tidak stabil, ditambah lagi dg adanya lembur, badan dan pikiran sungguh melelahkan, sehigga dg kondisi yg labil itu, mama spontan menjawab dg nada keras, " mau makan dan minum, memangnya tidak bisa masak sendiri? Apa tidak punya tangan dan kaki lagi, ya?"
Karena papa juga terlalu capek, dan langsung menjawab dg acuh tak acuh, "
kamu ini isteriku, memasak adl sudah menjadi kewajibanmu!"
Mama langsung merespon, "tengah malam begini mau masak apa? Sudah lewat
waktunya makan, orang laki seharusnya lebih kuat dari pada perempuan!"
Mendengar itu, marahlah papa, beliau langsung berteriak dg emosi, "kamu
salah makan obat apa kemarin? Mau sengaja cari ribut,ya? Istri memasak
untuk suami adalah wajar, kenapa harus tergantung pada waktu? Kamu tidak
senang, ya? Kalau tidak senang, kamu pergi saja sekarang dari rumah
ini!!!"
Mama tidak menyangka akan menerima reaksi yg begitu keras. Setelah terdiam
sesaat, mama kemudian berkata sambil menitikkan air mata, "kamu ingin aku
pergi........aku akan pergi sekarang!"
Mama segera kembali kekamar untuk mengemasi barang2nya.
Melihat mama masuk kamar dan berkemas-kemas, papa berkata kepada mama yg
membelakanginya, "bagus! Pergi sana!Ambil semua barang2mu dan jangan
kembali lagi!"
Beberapa saat kemudian suasana menjadi sunyi senyap, tak ada kata2
kebencian lagi yg muncul, menit demi menit berlalu, tapi mama tetap tak
kunjung keluar dari kamar. Merasakan keanehan itu, papa kemudian menyusul
masuk kamar dan melihat mama sedang duduk diranjang penuh dengan linangan
air mata. Sambil menatap koper kulit besar yg masih tergeletak diatas
ranjang. Melihat papa datang, dg ter-isak2 mama berkata, "duduklah diatas
koper kulit itu, supaya aku boleh mengenang masa2 perpisahan kita yg
terakhir."
Merasa aneh, maka dengan sendu papa akhirnya tidak tahan juga untuk tidak
bertanya, " "untuk apa?"
Sambil menangis dg ter-putus2 mama berkata, "emas dan perak aku tidak
memilikinya," tapi milikku yang paling berharga adalah kamu!" Kamu dan
anak2ku, aku tidak memiliki apapun...."
Meskipun kejadian itu telah lewat lama sekali, tapi aku masih mengingatnya
terus sampai sekarang. Apalagi ketika mama mengucapkan kata2 terakhir itu,
papa merasa sangat tergoncang, sejak malam itu, papa telah diubah dan
telah menjadi sangat hormat dan sayang kepada mama. Menggandeng tangan
anak2, merangkul mama serta senantiasa saling berpelukan. Kelak aku juga
bercita-cita ingin mendapatkan pasangan yg seperti papa.
Kehidupan apapun yg kita jalani ini, itu tidaklah penting; tapi yg
terpenting adl bagaimana sikap kita dalam menghadapi hidup ini, terutama
disaat-saat badai itu muncul."
2 Bulan 9 Hari Usiamu

Tanpa terasa waktu terus berjalan. Afifah tumbuh dan berkembang, hari ini usianya kini menginjak 2 bulan 9 hari. Tiap hari ada saja hal yang membuat hati Ayah dan Ibu bahagia melihatnya. Tingkahnya yang lucu, tangisannya yang manja ingin diperhatiin, senyumnya yang sumringah membuat rasa lelah Ayah dan Ibu bekerja sirna seketika. Ya Allah alangkah besar nikmat yang Engkau anugerahkan ini, rasa cinta dan sayang tumbuh dalam keluargaku, apakah ini sebenar-benar kenikmatan dan kebahagian sebuah keluarga? Mudah-mudahan kami sekeluarga termasuk dalam orang-orang yang pandai bersyukur atas nikmat Tuhan-nya, seperti apa yang termaktub dalam kitab-Mu Surah Ar-Rahman yang artinya : Maka nikmat apalagi yang engkau dustakan
Ya Allah...berikanlah selalu kami petunjuk untuk dapat melaksanakan dan mempertanggungjawabkan amanah yang Engkau berikan ini karena Engkaulah sebaik-baik pemberi petunjuk. Lindungilah dan berkahilah keluargaku agar selalu berada di jalan-Mu, karena jalan terjal di depan kan selalu menghadang. Ampunilah dosa-dosa kami bila kami lupa dan khilaf karena Engkaulah Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun. Amin Ya Rabbal Alamien
Label: Kisah Afifah
Diposting oleh Najla Uzma Afifah di 02.18 |
